ALL ABOUT WOMAN SIDE











{August 19, 2008}   Mendidik Anak Yang Baik

Memang kadang dalam mendidik, terutama anak sendiri sering menemui kendala dalam mengatasinya. tidak sedikit yang merasa demikian sehingga kadang membuat sebagian para orang tua tidak tahu lagi akan apa yang dilakukan terhadap anaknya sendiri. Anak sebenarnya merupakan amanah yang harus dijaga seutuhnya, oleh karena itu jagalah amanah itu dengan baik. Saya mempunyai beberapa ya bisa di katakan sebagai gambaran atau tips lah kurnag lebihnya, dan bukanberniat mengajari atau mengurui, karena saya ingin berbagi pengalaman saja.

  1. Lihatlah usia dari anak kita jika berusia 1 s/d 5 tahun hendaknya diberikan arahan dan pengertian yang sangat baik tapi jangan sering ditaku-takuti karena menurut psikisnya nanti akn terbawa sampai dia beranjak dewasa, contohnya jangan makan atau main ini, itu karena itu seperti setan. nah, kalau sudah demikian si anak akan mencerna apa yang telah ia dengar dan lihat walaupaun belum mengetahui itu sebenarnya. Jangan selalu mengunakan dengan lisan jika kita hendak memberikan sesuatu yang menurut kita tidak baik, gunakanlah lisan dan perbuatan karena itu akan lebih baik.
  2. Dalam usia yang masih balita berikan ia kesempatan bermain yang bain dan memberikan pengajaran, seperti bentuk-bentuk huruf, kalimat pendek, warna, nama-nama binatang dan lain sebagianya. Ajaklah ke tempat bermain yang menambah wawasan akan kebutuhan si anak kita sendiri.
  3. Untuk usia 8 s/d 12 tahun hendaklah lebih diperhatikan apa yang sering dilakukan oleh anak kita dan permainanya lalu lihatlah dengan seksama kebiasaan yang baik dan yang buruk yang sering dilakukan, karena di usia ini pertumbuhan si anak akan terun meningkat dan lebih cenderung mencontoh apa yang di lihat dan dirasakan olehnya. Rasa keingin tahuan akan sesuatu itu emakin besar nah sebagai orang tua hendaklah berikan segala sesuatu yang berhubungan dengan apa yang dia ingin tahu dengan catatan kita harus menguasai dan mengontrol semua yang dilakukan. dan jangan membentak atau berkata kasar karena nantinya dia akan mengikuti jejak yang tertinggal. Kondisi anak yang tertekan dengan larangan dan omelan aka semakin mempenagruhi kondisi psikologis dari pertumbuhan dan perkembangan jiwa si anak. Umumnya di usia ini anak sudah mulai bersekolah dan mengenal teman baru dan lain sebagainya. perhatikanlah lingkungan sekolah dan kebiasaan selama di sekolah jika perlu mintalah kepada guru untuk mengawasinya.
  4. Diusia 13 s/d 15 tahun umumnya sudah memasuki tingkat sekolah pengawasaan terhadap anak di usia seperti ini harus lebih ditingkatkan karena di usia ini pada umumnya lebih dari usia yang dibawahnya. pengawasaan dan pengontrolan terhadap teman mainnya, lingkungannya dan tempat bermainnya. Ingai bisanya jika mereka bermain pada lingkungan yang bisa membawa mereka ya keungkinan untuk hal buruk bisa terjadi. oleh karena itu hindarilah dan pencegahan akan pergaulan yang kurang baik bisa di hindari.
  5. Pada usia yang beranjak dewasa ya seperti khalayaknya kita yang pernah mengalami masa kedewasaan y7ang penuh dengan rasa ingin tahu dan bisanya diusia yang beranjak dewasa tinkat sekolah menengah atas lebih dikhususkan pada pencarian jati diri pada jiwa si anak tersebut, maka bimbinglah agar senantiasa bisa mempermudah pengajaran dan berikan pengertian yang baik dan bisa memberikan arti pengajaran pada anak tersebut.
  6. Jenjang memasuki masa perkulihan atau bisa dikatakan kemawasan akan diri lebih terlihat mulat dari pola pikirnya, kata yang diucapkan dan perbuatan baik yang telah dilakukan maupun yang belum dilakukan dan yang akan dilakukan. Ajaklah berdiskusi dan sesring mungkin berkomunikasi terhadap anak sehingga si anak tersebut merasan nyaman bercerita dan berdiskusi dengan orang tua. Lakukanlah pendekatan yang bisa sesuai dengan pola pikirnya dan jangan terlalu mengikuti kata sendiri misalnya orang tua menginginkan seperti ini akan tetapi si anak malah melalukan yang seperti itu, nah disini ada ketidak samaan baik persepsinya maupun hal yang dipikirkannya. sebagai orang tua alangkah baiknya bisa menerima perilaku dan perbuatan si anak selagi tidak menyalahi aturan dan yang dilarang sehingga bisa membuatnya mengalami kesalahan dalam hidupnya.

Baik buruknya sifat anak itu tergantung akan pendidikan dan cara mereka mendidik sehingga tidak heran jika ada sifat anak yang meniru sifat orang tuanya yan walaupun itu tidak baik dan ada juga sifat yang baik tertular ke anaknya. Benar tidak?



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
%d bloggers like this: